">

Minggu, 02 Maret 2014

Pembangunan Aceh Ditentukan Kualitas Caleg

Do you want to share?

Do you like this story?

* Moharriadi juga mendorong partisipasi publik dalam percepatan membangun di Aceh dan menumbuhkan kepercayaan terhadap wakil rakyat agar semua yang dilakukan di parlemen memuaskan.

Meningkat atau rendahnya pembangunan Aceh baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota kedepan sangat ditentukan kualitas para Calon Legislatif (Caleg) yang akan menduduki kursi di parlemen.

"Oleh karena itu kami mengajak semua masyarakat Aceh memilih wakil-wakil yang berkualitas yang bisa mempertanggungjawabkan di parlemen nantinya," kata Wakil Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh, Moharriadi pada diskusi Kaukus Pemuda Aceh Peduli Parlemen di Ring Road C0ffe Banda Aceh, Minggu 2 Maret 2014.
Moharriadi juga mendorong partisipasi publik dalam percepatan membangun di Aceh dan menumbuhkan kepercayaan terhadap wakil rakyat agar semua yang dilakukan di parlemen memuaskan.

Katanya lagi, bagi caleg juga harus berani diuji publik dan dievaluasi masyarakat. "Saya yakin semua partai punya platform yang mulia, maka partai juga harus bisa diuji publik, kalau ini berjalan, inilah pengawasan dari rakyat," ujar Moharriadi.

Diskusi juga dihadiri Ketua 1 Partai Nasional Aceh (PNA), Tarmizi. Ia menyebutkan ada tiga hal yang berkaitan dengan pembangunan di Aceh. Pertama anggaran harus sesuai kebutuhan pembangunan, yang kedua pengawasan.

Menurutnya selama ini ada persoalan dalam pengawasan pembangunan, masyarakat sulit membedakan antara pengawasan inspektorat dan pengawasan dari DPR Aceh itu sendiri.

"Selama ini pegawasan di parlemen sangat lemah, DPR Aceh sibuk dengan dana aspirasi, ini akan memperlambat proses pembangunan,"kata Tarmizi.

Yang ketiga menurut Tarmizi, regulasi atau qanun perlu dipertegas di parlemen. Ke depan setiap partai harus mampu melihat berapa orang di parlemen yang memang ahli dalam membuat qanun.

Hal senada juga diutarakan, Wakil ketua Partai Hati Nurani (Hanura) Aceh, Hasbi Badai, yang mengatakan di Parlemen Aceh mesti diisi oleh orang-orang cerdas dan bermutu. Katanya, di Aceh banyak orang-orang pintar, buktinya bayak terobosan yang diadopsi pusat dari Aceh, seperti calon independen.

"Semua yang menentukan itu orang Aceh sendiri pada 9 April nanti, mau dibawa kemana Aceh ini," kata dia.

Selain itu, Sabri Badruddin yang mewakil Golkar mengatakan sebenarnya pihaknya tidak ingin menyalahkan pemerintah hari ini, namun kenyataan pemerintah seperti menyia-nyiakan modal.

"Menghabiskan anggaran saja kita kualahan. Apalagi Aceh ada dana otonomi khusus, seharusnya DPR Aceh jangan hanya ribut dengan aspirasi yang tiada batas, seharusnya aspirasi mempercepat pembangunan mewakili daerah,"tukasnya.

Terakhir ia menyatakan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah punya niat baik dalam membangun Aceh, tapi belum menguasai persoalan. Ia berharap dana otonomi khusus yang ada bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.
Budi Azhari, anggota Kaukus Pemuda Aceh Peduli Parlemen mengatakan bahwa hampir semua partai sudah diundang, namun beberapa hari lalu yang konfirmasi sembilan pimpinan Partai Politik.

"Terakhir hanya tiga perwakilan partai yang bisa berhadir plus satu partai dari Golkar yang kemudian menyusul. Ini adalah Dialog Pemuda Aceh yang ke-enam dan kita  konsisten melaksanakannya setiap dua minggu sekali," tambah Koordinator acara, Muhammad Fazil.

sumber : atjehpost.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Top 5 News

Contact Us About Us Privacy Help Redaksi Info Iklan F A Q